Mendadak Hemat Saat Kepepet (Review Buku)

Mendadak Hemat Saat Kepepet

Halo teman-teman, kali ini saya akan mereview buku “Mendadak Hemat Saat Kepepet” yang ditulis oleh Budi Raharjo yang diterbitkan oleh Transmedia Pustaka.

Pertama kali melihat buku ini di google playstore, saya begitu tertarik untuk membacanya. Karena memang tidak terlalu suka membaca menggunakan handphone, akhirnya saya memutuskan untuk mencarinya di toko buku terdekat. Dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 45.000,00, akhirnya saya mendapatkan buku ini.

Begitu membuka halaman demi halaman, saya mendapatkan banyak pelajaran. Buku ini menjelaskan tentang trik/cara untuk mengatur keuangan. Dibagi dalam 4 bab, buku ini menerangkan tentang melakukan penghematan ketika: Menikmati hidup lajang dan meniti karier; Membangun rumah tangga; serta Mempersiapkan pensiun dan hari tua. Dan menurut saya, yang diberikan sebagai bonus adalah 50 cara untuk menghemat keuangan.

Menghemat disini bukan berarti menghemat dengan sehemat-hematnya, tetapi menggunakan dan memanfaatkan uang seefisien mungkin. Menggunakan uang untuk keperluan sehari-hari, menabung untuk keperluan mendadak, berinvestasi untuk masa depan, serta menggunakan uang untuk melakukan amal. Tidak lupa juga buku ini mengajarkan tentang cara berutang yang sehat.

Dengan membaca langkah-langkah yang dijabarkan dalam buku ini, Anda akan diajak untuk lebih dekat menuju kebebasan finansial. Tidak perlu lagi ketar-ketir untuk menghadapi situasi akhir bulan. Anda akan belajar untuk mengatur keuangan dengan bijak, belajar hidup hemat yang akan menjadi sesuatu yang ringan dan menyenangkan untuk dijalankan.

Berikut adalah beberapa tips yang saya kutip dari buku ini:

Empat Langkah Mengatur Keuangan ketika sedang lajang dan meniti karier
1.      Alokasikan pengeluaran
Tempatkan ke mana uang dibelanjakan dalam kurun waktu tertentu, misalnya sebulan. Alokasikan berdasarkan prioritas dari yang pokok, penting, baru yang lainnya.
2.      Rencanakan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang
Misalnya, merencanakan kebutuhan sejumlah dana darurat; persiapan menikah; dan yang paling panjang mempersiapkan dana pensiun.
3.      Persiapkan asuransi
Asuransi penting untuk kebutuhan perlindungan, terutama sekali kesehatan. Bersyukur jika di tempat Anda bekerja sudah disediakan program perlindungan ini.
4.      Pertahankan dan tingkatkan pendapatan
Caranya antara lain dengan mengembangkan skill atau keahlian penting yang sesuai dengan kompetensi serta meningkatkan kualitas diri.
*Hal 48

Financial Diet
Tahukah Anda? Ternyata ada kesamaan antara food diet dan financial diet. Yang berbeda hanya tujuannya. Jika food diet ditujukan untuk kesehatan dan bentuk tubuh yang lebih baik, financial diet ditujukan untuk menjalani hidup yang lebih makmur dan tenang. Berikut adalah ringkasan resep food diet dan financial diet yang mudah dan bisa dilaksanakan.
1.      Kalori masuk sama dengan atau lebih kecil dari kalori keluar.
2.      Makanan yang mengandung protein bisa menahan nafsu makan lebih lama.
3.      Makanan berbentuk sup dan jus lebih lama dicerna daripada makanan padat.
4.      Susu kalsium tanpa lemak efektif untuk mengikat lemak.
5.      Kendalikan jumlah makanan yang masuk dengan memilih ukuran piring lebih kecil.
6.      Tinggalkan meja makan begitu Anda selesai makan.
7.      Temukan alasan yang kuat.
8.      Susun target yang realistis.
*Hal 70-72, untuk penjelasan setiap nomor bisa dibaca di buku.

Alasan saya menyukai buku ini adalah:
o   Bahasa yang mudah dipahami,
o   Konten-konten yang relevan dengan kehidupan banyak orang,
o   Langkah-langkah yang dipaparkan mudah dipahami dan dijalankan, serta
o   Kelengkapan cara mengelola keuangan dalam 3 tahapan kehidupan: Menikmati hidup lajang dan meniti karier; membangun rumah tangga; serta mempersiapkan pensiun dan hari tua.

Saya ingin merekomendasikan buku ini untuk teman-teman, karena dengan buku ini saya menemukan arti dari berhemat sesungguhnya.

Seorang anak laki-laki yang lahir di sebuah kota yang biasa orang kenal sebagai Venice Van Java. Penyandang status mahasiswa di sebuah universitas yang menjadikan Pangeran Diponegoro yang sedang menunggangi kuda sebagai ikonnya.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »