Titik Hitam Dalam Luasnya Warna Putih

Titik Hitam Dalam Luasnya Warna Putih
Halo teman-teman. Sampai di hari yang ke #2 dalam tantangan #30 Hari Melukis Kehidupan. Kali ini saya ingin berkomentar tentang pandangan orang-orang pada umumnya yang selalu menuntut kesempurnaan, sehingga ketika ada sebuah titik keburukan, pasti akan melupakan kebaikan-kebaikan yang lainnya.

Gambar di atas sudah sangat lama dan sering saya lihat, namun baru terpikir untuk ikut berkomentar tentang gambar tersebut. Sebuah titik hitam sangat jelas terlihat di hamparan warna putih yang jauh lebih dominan. Sebuah asumsi yang dikorelasikan dengan teori bahwa kebanyakan orang lebih mudah melihat 1 keburukan daripada melihat 1000 kebaikan.

Apakah Anda juga menyetujui pernyataan di atas? Menurut saya benar juga. Sering sekali kita melihat orang-orang bekerja keras demi mendapatkan hasil yang baik, tetapi ketika ia melakukan kesalahan sedikit, hilanglah hasil kerja kerasnya di pandangan orang lain. Sebuah kesalahan yang kecil tersebut telah menodai kerja kerasnya.

Di Indonesia, kita sendiri sering melihat masyarakat yang suka sekali mencaci orang-orang yang telah berusaha semaksimal mungkin. Masih segar di ingatan saya tentang kisah Saddil Ramdani, seorang pesepak bola yang waktu itu membela timnas Indonesia U19 berlaga di piala AFF. Saddil Ramdani mempunyai skill yang luar biasa dan telah memberikan sumbangsih besar bagi timnas Indonesia. Namun kesalahan terjadi ketika semifinal, ketika Saddil menyikut pemain Thailand, dan hasilnya ia dikartu merah, Saddil langsung di maki-maki oleh masyarakat seolah mereka lupa sumbangsih Saddil selama ini.

Seperti itulah kenyataannya selama ini. Apakah selamanya akan seperti itu? Mengingat pola pikir seperti itu jika diteruskan akan semakin mendarah daging. Kita harus mulai dari diri sendiri. Mulai memberikan apresiasi terhadap pencapaian orang. Memberikan penghiburan dan semangat terhadap mereka yang melakukan kesalahan. Bukan malah menghakimi seolah kita benar sendiri dan menilai orang hanya dari kesalahannya. Ya, harus bermula dari diri sendiri.

(Semarang, 23 Oktober 2017)

Jika kamu ingin dihargai, belajarlah menghargai. Jika kamu ingin diapresiasi, belajarlah mengapresiasi. Hidup ini terlalu singkat untuk berusaha memegahkan diri.
(Albertus Agung Prasetyono)

Seorang anak laki-laki yang lahir di sebuah kota yang biasa orang kenal sebagai Venice Van Java. Penyandang status mahasiswa di sebuah universitas yang menjadikan Pangeran Diponegoro yang sedang menunggangi kuda sebagai ikonnya.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »