Kisah 21 Gladiator

Peserta Gladi Madya IX
Ini bukan sebuah kisah 21 gladiator yang berperang melawan seekor naga atau gerombolan singa untuk menyelamatkan tuan puteri. Tetapi kisah ini tentang mereka, 21 pemuda dan pemudi yang berperang melawan keterbatasan dirinya untuk menyelamatkan dunia dari ketiadaan.

Gladi Madya IX, tempat pemuda-pemudi ini membangun ikatan sebagai pondasi impian berhiaskan cerita pembentuk kenangan. Teramat sayang jika hanya menjadi isi di kepala, sehingga jiwa sejenak berpikir untuk melukiskan kisah ini pada media maya. Hati yang merenung menemani jari-jari untuk beraksi menyusun klausa demi klausa menjadi sajak bernyawa.

Bukan tentang acaranya, tapi ini tentang mereka. Mereka adalah saya bersama manusia lainnya yang di awal tidak saling mengenal, namun kini berani mengaku keluarga walau tidak mengalami proses yang lama. Mereka manusia dari penjuru Indonesia yang menjadi gambaran nyawa Bhineka Tunggal Ika. Dari pluralisme mereka berkamuflase menjadi Plural Is Me, yang maknanya tertanam dalam jiwa. Sekumpulan gladiator tangguh yang siap membangun bangsa dan mendobrak dunia.

Hangat, andal dan militan adalah semboyan mereka. Berasal dari semboyan inilah tumbuh pribadi-pribadi gladiator yang mampu menempatkan diri sebagai orang muda yang berintegritas di tengah kehidupan bermasyarakat dan menggereja. Pantang menyerah yang tinggi mengingat status sebagai generasi muda yang handal menjadi tolak ukur mereka.

Bertemu dalam waktu yang singkat juga tidak urung membuat mereka melupakan arti kasih sayang dan cinta. Karena proses berdinamika bersama, tanpa disadari telah mengukir rasa bahagia, penasaran, kagum hingga sedih, takut dan kecewa yang tercipta indah di raut wajah mereka.

Setiap kesempatan yang mereka lalui akan menjadi cerita dalam hati yang tidak pernah sirna. Meskipun kini mereka telah terpisahkan oleh laut dan daratan, namun memori akan terus bercerita dalam ingatan. Mereka dalam Gladi Madya IX adalah kisah sempurna sebuah ikatan manusia.

Percayalah seekor naga atau segerombolan singa bukanlah tandingan mereka, tetapi tandingan 21 gladiator ini adalah kekejaman dunia. Saya yakin mereka siap untuk melawannya, karena bangsa dan dunia membutuhkan para gladiator ini.

Sejatinya ini bukan tulisan untuk mereka, tapi untuk kamu wahai pemuda-pemudi katolik Indonesia. Maukah kamu bertemu dengan para gladiator yang lainnya? See you on Gladi Madya X !!!

credit:
*ditulis bersama "M.M.B"

Seorang anak laki-laki yang lahir di sebuah kota yang biasa orang kenal sebagai Venice Van Java. Penyandang status mahasiswa di sebuah universitas yang menjadikan Pangeran Diponegoro yang sedang menunggangi kuda sebagai ikonnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »