Mendadak Hemat Saat Kepepet (Review Buku)

Mendadak Hemat Saat Kepepet

Halo teman-teman, kali ini saya akan mereview buku “Mendadak Hemat Saat Kepepet” yang ditulis oleh Budi Raharjo yang diterbitkan oleh Transmedia Pustaka.

Pertama kali melihat buku ini di google playstore, saya begitu tertarik untuk membacanya. Karena memang tidak terlalu suka membaca menggunakan handphone, akhirnya saya memutuskan untuk mencarinya di toko buku terdekat. Dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 45.000,00, akhirnya saya mendapatkan buku ini.

Begitu membuka halaman demi halaman, saya mendapatkan banyak pelajaran. Buku ini menjelaskan tentang trik/cara untuk mengatur keuangan. Dibagi dalam 4 bab, buku ini menerangkan tentang melakukan penghematan ketika: Menikmati hidup lajang dan meniti karier; Membangun rumah tangga; serta Mempersiapkan pensiun dan hari tua. Dan menurut saya, yang diberikan sebagai bonus adalah 50 cara untuk menghemat keuangan.

Menghemat disini bukan berarti menghemat dengan sehemat-hematnya, tetapi menggunakan dan memanfaatkan uang seefisien mungkin. Menggunakan uang untuk keperluan sehari-hari, menabung untuk keperluan mendadak, berinvestasi untuk masa depan, serta menggunakan uang untuk melakukan amal. Tidak lupa juga buku ini mengajarkan tentang cara berutang yang sehat.

Dengan membaca langkah-langkah yang dijabarkan dalam buku ini, Anda akan diajak untuk lebih dekat menuju kebebasan finansial. Tidak perlu lagi ketar-ketir untuk menghadapi situasi akhir bulan. Anda akan belajar untuk mengatur keuangan dengan bijak, belajar hidup hemat yang akan menjadi sesuatu yang ringan dan menyenangkan untuk dijalankan.

Berikut adalah beberapa tips yang saya kutip dari buku ini:

Empat Langkah Mengatur Keuangan ketika sedang lajang dan meniti karier
1.      Alokasikan pengeluaran
Tempatkan ke mana uang dibelanjakan dalam kurun waktu tertentu, misalnya sebulan. Alokasikan berdasarkan prioritas dari yang pokok, penting, baru yang lainnya.
2.      Rencanakan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang
Misalnya, merencanakan kebutuhan sejumlah dana darurat; persiapan menikah; dan yang paling panjang mempersiapkan dana pensiun.
3.      Persiapkan asuransi
Asuransi penting untuk kebutuhan perlindungan, terutama sekali kesehatan. Bersyukur jika di tempat Anda bekerja sudah disediakan program perlindungan ini.
4.      Pertahankan dan tingkatkan pendapatan
Caranya antara lain dengan mengembangkan skill atau keahlian penting yang sesuai dengan kompetensi serta meningkatkan kualitas diri.
*Hal 48

Financial Diet
Tahukah Anda? Ternyata ada kesamaan antara food diet dan financial diet. Yang berbeda hanya tujuannya. Jika food diet ditujukan untuk kesehatan dan bentuk tubuh yang lebih baik, financial diet ditujukan untuk menjalani hidup yang lebih makmur dan tenang. Berikut adalah ringkasan resep food diet dan financial diet yang mudah dan bisa dilaksanakan.
1.      Kalori masuk sama dengan atau lebih kecil dari kalori keluar.
2.      Makanan yang mengandung protein bisa menahan nafsu makan lebih lama.
3.      Makanan berbentuk sup dan jus lebih lama dicerna daripada makanan padat.
4.      Susu kalsium tanpa lemak efektif untuk mengikat lemak.
5.      Kendalikan jumlah makanan yang masuk dengan memilih ukuran piring lebih kecil.
6.      Tinggalkan meja makan begitu Anda selesai makan.
7.      Temukan alasan yang kuat.
8.      Susun target yang realistis.
*Hal 70-72, untuk penjelasan setiap nomor bisa dibaca di buku.

Alasan saya menyukai buku ini adalah:
o   Bahasa yang mudah dipahami,
o   Konten-konten yang relevan dengan kehidupan banyak orang,
o   Langkah-langkah yang dipaparkan mudah dipahami dan dijalankan, serta
o   Kelengkapan cara mengelola keuangan dalam 3 tahapan kehidupan: Menikmati hidup lajang dan meniti karier; membangun rumah tangga; serta mempersiapkan pensiun dan hari tua.

Saya ingin merekomendasikan buku ini untuk teman-teman, karena dengan buku ini saya menemukan arti dari berhemat sesungguhnya.

Cerita Motivasi: 5 Ekor Monyet


Cerita motivasi: 5 ekor monyet - Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-sama. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda?

Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-pisang tersebut. Monyet A yang mula-mula mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-kali sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.

Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-monyet sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik. “Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya”.

Ada teman-teman yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C.

Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel. “Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas. Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik.

Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang diinginkannya.

Renungan

==================

Manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini ?
Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka. Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri. Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.

Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur. Orang-orang dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-hal seperti ini”. Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-sia seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-kali dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya” atau mungkin kalimat “Kamu mau gagal kayak si X … lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”. Bukankah hal-hal seperti itu yang sering kita dengar sehari-hari?

Orang dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam menjalankan sesuatu. “Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal” adalah kekuatan yang selalu memompa motivasinya.

Dan kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu ketakutan.

Nah, saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa anda ke tahun 70-an. Apa yang akan anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata “Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar ? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho”.

Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tsb, bahkan mungkin menganggapnya gila.

Berapa orang yang akan menjawab “Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-sama kaya ?” Mungkin satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada.

Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia ?

Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya . Dikelilingi orang type ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.

“Jangan biarkan orang lain membunuh impian anda. Maju terus, hadapi semua rintangan dan raih impian anda.”

Cerita Motivasi: Sebotol Racun Untuk Semangat Hidup



Cerita motivasi: sebotol racun untuk semangat hidup - Seorang pria yang putus asa memutuskan untuk  mengakhiri hidupnya. Namun sebelum meninggal, ia ingin menemui seorang penasihat spiritual. Pria itu mendatangi seorang Sufi yang diseganinya, “Sufi, saya bosan hidup. Rumah tangga berantakan. Usaha kacau. Saya ingin mati saja.”

Sang Sufi tersenyum, “Oh, kamu pasti sedang sakit, dan penyakitmu pasti bisa sembuh.”

“Tidak Sufi, tidak. Saya sudah tidak ingin hidup lagi, saya ingin mengakhiri hidup saya ini saja,” tolak pria itu.

“Baiklah kalau memang itu keinginanmu. Ambil racun ini. Minumlah setengah botol malam ini, sisanya besok sore jam 6. Jam 8 malamnya engkau akan mati dengan tenang.”

Pria itu bingung. Pikirnya setiap Sufi yang ia pernah datangi selalu memberikannya semangat hidup. Tapi yg ini sebaliknya dan justru menawarkan racun.

Sesampainya di rumah, ia minum setengah botol racun yang diberikan Sufi tadi. Ia memutuskan makan malam dengan keluarga di restoran mahal dan memesan makanan favoritnya yang sudah lama tidak pernah ia lakukan. Untuk meninggalkan kenangan manis, ia pun bersenda gurau dengan riang bersama keluarga yang diajaknya. Sebelum tidur pun, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu.”

Besok paginya dia bangun tidur, membuka jendela kamar dan melihat pemandangan di luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk jalan pagi.

Pulang ke rumah, istrinya masih tidur. Ia pun membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, dan satunya untuk istrinya.

Istrinya yang merasa aneh, kemudian terheran-heran dan bertanya, “Sayang, apa yg terjadi? Selama ini, mungkin aku ada salah ya. Maafkan aku ya sayang?”

Kemudian dirinya mengunjungi ke kantornya, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun sampai bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Ia menjadi lebih toleran, apresiatif terhadap pendapat yang berbeda. Ia seperti mulai menikmatinya.

Pulang sampai rumah jam 5 sore, ternyata istrinya telah menungguinya. Sang istri menciumnya, “Sayang, sekali lagi mohon maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkanmu.” Demikian halnya dengan anak-anaknya yang berani bermanjaan kembali padanya.

Tiba-tiba, ia merasa hidup begitu indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan racun yang terlanjur sudah ia minum?

Bergegas ia mendatangi sang Sufi, dan bertanya cemas mengenai racun yang telah sebelumnya ia minum kemarin. Sang Sufi dengan enteng mengatakan, “Buang saja botol itu. Isinya hanyalah air biasa kok. Dan saya bersyukur bahwa ternyata kau sudah sembuh.”

“Bila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan ini.”

Dirgahayu Republik Kapal Tua Berawak Gila


Pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan mengatasnamakan bangsa Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan tersebut memiliki arti sebagai puncak perjuangan bangsa sekaligus menjadi jembatan emas menuju masyarakat adil dan makmur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merdeka adalah bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya).  Kemerdekaan tidak diartikan sebagai perjuangan yang telah selesai, tetapi sebagai awal dari tantangan untuk mempertahankan dan mengisinya dengan kegiatan pembangunan.

Berbicara tentang merdeka, maka akan timbul sebuah pertanyaan yang menarik, apakah bangsa Indonesia dapat dikatakan merdeka sepenuhnya? Tentu jawabannya tidak. Ibarat sebuah kapal tua, bangsa Indonesia masih berlayar tidak tentu arah. Dengan para awak yang gila harta dan kuasa, kapal ini melaju dengan penuh derita. Kapal ini pun hampir tenggelam tertimbun sampah peristiwa yang berujung pada nestapa. Pengangguran di mana-mana, hukum yang tidak merata, korupsi yang merajalela, dan narkoba yang membabi buta semakin menambah duka bangsa Indonesia.

Kini 71 tahun sudah kapal tua ini berlayar mengarungi samudra. Dengan berlandaskan UUD 1945 serta ideologi Pancasila, dulunya kapal ini disegani dunia. Bertolak belakang dengan kondisi sekarang, ketika kapal ini dikenal karena jajaran pemimpinnya yang menjadi pecandu korupsi. Selain godaan kepentingan dunia yang dianggap manusiawi, korupsi di Indonesia juga berkembang karena tumpulnya hukum terhadap pencuri berdasi ini. Taufik Ismail, seorang sastrawan ternama di Indonesia mengungkapkan sindiran halusnya terhadap hukum bagi narapidana korupsi. “Di Republik Rakyat Cina, koruptor dipotong kepala. Di Kerajaan Arab Saudi, koruptor dipotong tangan. Di Indonesia, koruptor dipotong masa tahanan.”

Mari menilik kembali kondisi hukum di Indonesia. Masih segar di ingatan kita tentang kasus pembakaran hutan yang terjadi pada akhir tahun 2015 lalu. Parlas Nababan, seorang Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang menganggap gugatan kasus kebakaran hutan dan lahan oleh PT Bumi Mekar Hijau di Ogan Komering Hilir itu tidak dapat dibuktikan. Padahal Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah menunjukkan bukti dan fakta di lapangan yang cukup kuat. Yang lebih menyedihkan, Parlas mengeluarkan pernyataan yang cukup gila. Menurut Parlas, membakar hutan tidak merusak lingkungan hidup karena masih bisa ditanami lagi. Sungguh pernyataan yang tidak masuk logika dan sangat memprihatinkan. Mengingat Indonesia adalah negara hukum yang telah berusia 71 tahun, seharusnya penegak hukumnya tidak segila itu.

Masalah di kapal tua ini tidak terbatas pada tingkah pemimpin dan penegak hukumnya saja, tetapi juga para generasi muda. Generasi yang digadang-gadang sebagai tulang punggung negara, nyatanya hanya menjadi budak gaya hidup Amerika dan Eropa. Generasi muda yang dulu tidak gentar berperang untuk bangsa, kini tidak malu menjadi benalu bagi negara. Dengan pola pikir pragmatis, cara hidup hedonis, dan sikap individualistis menjadikan generasi muda saat ini tidak mampu menggaungkan keperkasaannya di mata dunia.

Tidak hanya itu, masih ada masalah besar bernama narkoba yang melanda generasi muda Indonesia saat ini. Menurut United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), pada tahun 2015 jumlah pengguna narkoba di Indonesia diperkirakan sekitar 3,7 juta sampai 4,7 juta orang, jumlah tertinggi di ASEAN. Sungguh miris melihat generasi muda yang dinantikan prestasinya, malah harus berkutat dengan narkoba.

Berbagai macam masalah tersebut hendaknya dijadikan bahan renungan untuk introspeksi diri, bukan untuk bersedih hati atau bahkan saling menyakiti. Jangan tampak murung karena permasalahan yang tidak berujung. Jangan juga tampak kusut karena keadaan yang semakin carut marut. Perjuangan kita di masa kini akan lebih berat dari yang telah diperjuangkan para pahlawan Indonesia ketika mengusir penjajah. Seperti pernyataan Soekarno, sosok bapak bagi Bangsa Indonesia. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Bertepatan dengan hari ulang tahun ke 72 Republik Indonesia, sebagai putra dan putri bangsa, marilah kita menyongsongnya dengan semangat berjuang untuk terus membangun negara. Jangan sekadar mengenang jasa para pahlawan, karena hal tersebut tidak akan mengembalikan bangsa kita pada kejayaan masa lalu. Teruslah kumandangkan kata merdeka, dan marilah dengan serentak kita teriakkan Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Republik kapal tua berawak gila.

10 Cara Belajar Yang Efektif


10 Cara belajar yang Efektif - Menemukan metode dan cara belajar yang efektif memang perlu proses. Tidak semua individu memiliki cara belajar efektif yang sama dengan individu yang lainnya. Diperlukan pengamatan sekaligus kemampuan analisa untuk mengetahui metode belajar yang paling pas bagi seseorang. Namun, ada beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk dalam belajar anda bisa lebih efektif dalam menyerap ilmu. Berikut tips-tips tersebut :

1. Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

2. Bangun Suasana Belajar Yang Nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis

4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

5. Membaca Adalah Kunci Belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

6. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghafal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hafal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihafal itu. Jadi sebelum menghafal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

7. Hafalkan Kata-Kata Kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghafal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hafalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

8. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

9. Latih Sendiri Kemampuan Kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

10. Sediakan Waktu Untuk Istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.


Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

Referensi :
1. padmanaba.or.id
2. blog-apa-aja.blogspot.co.id
3. top10indo.com